Mengenal Tentang Diriku
Setiap orang memiliki kisah hidup yang unik, termasuk saya. Nama saya Nailah Nur Azizah M. Saya lahir dan besar di Desa Lorok, sebuah desa kecil yang penuh dengan suasana tenang, damai, dan kekeluargaan. Sejak kecil, saya tumbuh di lingkungan yang sederhana, di mana kebersamaan dan rasa saling peduli menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.
Hal yang istimewa dari lingkungan tempat saya tinggal adalah kenyataan bahwa sebagian besar tetangga saya merupakan keluarga sendiri. Kehidupan di desa ini benar-benar terasa seperti hidup dalam sebuah keluarga besar. Setiap rumah saling mengenal, setiap orang saling membantu, dan setiap momen kebersamaan terasa begitu hangat. Jika ada yang mengalami kesulitan, tetangga—yang juga saudara—tidak segan untuk turun tangan membantu. Sebaliknya, ketika ada kebahagiaan, semua orang ikut merasakannya.
Kehidupan seperti ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya. Saya belajar bagaimana pentingnya menjaga hubungan baik, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda, serta saling berbagi tanpa pamrih. Suasana inilah yang membentuk kepribadian saya menjadi seseorang yang berusaha menghargai proses kehidupan, bersyukur atas hal-hal kecil, serta menyadari bahwa kebersamaan adalah sumber kekuatan.
Dalam hal pendidikan, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik. Bagi saya, belajar adalah jalan untuk memperbaiki diri sekaligus menyiapkan masa depan. Tidak jarang saya menemukan kesulitan dalam memahami materi atau membagi waktu antara sekolah dan kegiatan sehari-hari. Namun, saya percaya bahwa dengan kesabaran, ketekunan, dan doa, setiap kesulitan pasti dapat dilalui. Pendidikan bukan hanya soal nilai, tetapi juga tentang bagaimana membentuk karakter dan pola pikir yang lebih baik.
Selain belajar, saya memiliki hobi membaca buku dan menonton film. Kedua hobi ini memberikan banyak manfaat dalam hidup saya. Membaca buku membuka wawasan dan memperluas cara pandang saya terhadap berbagai hal, sementara menonton film sering menjadi sarana hiburan sekaligus refleksi dari kehidupan nyata. Dari hobi-hobi tersebut, saya belajar memahami beragam cerita, karakter, dan pelajaran yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Saya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang guru. Bagi saya, guru adalah sosok yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, menginspirasi, dan memberikan teladan bagi siswanya. Menjadi guru berarti memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa. Saya menyadari bahwa jalan menuju cita-cita tersebut membutuhkan kerja keras dan kesungguhan. Saya percaya bahwa, “Impian tidak dapat terwujud dengan sendirinya, akan tetapi impian akan datang ketika seseorang berusaha untuk meraihnya." Dengan tekad yang kuat, saya yakin cita-cita itu dapat terwujud.
Perjalanan hidup saya hingga saat ini mengajarkan banyak hal. Setiap kesulitan adalah ujian yang membuat saya lebih kuat, sementara setiap keberhasilan adalah motivasi untuk terus maju. Saya belajar bahwa tidak ada usaha yang sia-sia selama kita mau berusaha dan tidak mudah menyerah.
Bagi saya, menceritakan diri sendiri adalah sebuah refleksi untuk lebih mengenal siapa diri saya sebenarnya. Saya ingin terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, tetap rendah hati, dan bisa memberi manfaat untuk orang lain. Dengan semangat belajar, ketekunan, dan doa, saya berharap suatu hari nanti bisa mewujudkan cita-cita saya menjadi seorang guru yang menginspirasi banyak orang.
.jpg)
Keren
BalasHapus